“SEHARI BERSAMA AYAH”
Seperti biasa
aku dan teman-teman beranjak pergi sekolah, sambil terus berjalan banyak hal
yang di bicarakan sampai akhirnya sampai di sekolah. Waktu untuk masuk kelas pun tiba dimana Ibu
guru masuk untuk mengajarkan. “Pagi anak” sapa Ibu guru kepada murid-murid,
Pagi Ibu guru jawab anak-anak. Ibu akan mengadakan acara untuk memeperingati
hari Ayah sedunia, maka dari itu ibu mengundah kalian untuk membawa Ayah untuk
acara tersebut. Rasa kaget menghampiri diriku, lalu aku bertanya kepada ibu
guru, “Ibu Ayah saya kan sudah meninggal lalu saya bawa sapa??”. Ibu guru
menjawab “Tidak usah sedih nak, kamu bisa bawa paman dan om untuk
menggantikannya”. Baiklah Bu, saya mau bawa paman saja kalo begitu. “Jawabnya
dengan polos”. Ibu guru pun tersenyum, sambil membagikan surat undangan untuk
acara tersebut.
Sesampainya dirumah aku memberikan
undangan acara dari sekolah. Ibu tadi aku dapet undangan itu dari ibu guru
disekolah, sekolah akan mengadakan acara tentang “SEHARI BERSAMA AYAH”.
Rencananya aku akan mengajak om josep, “jawab aku ke Ibu”. Ya sudah kalau
begitu hubungi saja lewat telepon dulu om josepnya. Setelah aku selesai telepon
om Josep, ternyata om Josep tidak bisa menemaniku, karena ada tugas kantor, dan
aku hanya termenung dan berkata coba ayah masih hidup. Lalu Ibu memeluk ku dan
berkata “Ibu juga bisa jadi Ayah untuk kamu”sambil meneteskan air mata. Hri esok
pun tiba, teman-temanku membawa Ayah mereka masing hanya aku tanpa Ayah, kami
pun menyanyikan lagu
Ayah terima kasih
Kau beri aku sayap kecil untuk melangkah
Kau beri aku sayap kecil untuk melangkah
Di saat aku bahagia kau pun bahagia
Di saat aku sedih kau menjagaku
Di saat aku jatuh kau membawaku
Bila aku pun besar ku ingin ku yang menjagamu.
Di saat aku sedih kau menjagaku
Di saat aku jatuh kau membawaku
Bila aku pun besar ku ingin ku yang menjagamu.
Selesai bernyanyi semua teman ku
membawakan bunga untuk Ayah, Kecuali aku. Tiba-tiba mataku menatap kearah pintu
ternyata Ibu datang dengan berpakaian layaknya laki-laki. Aku berlari lalu
kupeluk Ibu sambil meneteskan air mata. Lalu ibu berkata Ibu juga bisa jadi Ayah
untuk dirimu. Dan aku hanya berkata Terimakasih Ibu dan memberikan bunga untuk
Ibuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar